Belajar Bahasa Korea (Kaidah-kaidah Dasar Bahasa Korea)

Belajar Hanguk

Seiring eksisnya budaya Korea di kancah dunia hiburan, saat ini makin banyak orang yang mencintai sesuatu yang berbau Korea. Mulai dari musik, film, drama, wisata, hingga bahasanya. Tak heran, jika sekarang banyak orang yang mencoba untuk berlatih bahasa Korea. Pesatnya Gelombang Korea/ Korean Wave (Hallyu) benar-benar membuat Negeri Gingseng menjadi salah satu destinasi wisata yang paling difavoritkan oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia, termasuk orang Indonesia.
Untuk mempelajari bahasa Korea, tentu kita harus mengenal aksara Korea atau yang biasa disebut dengan aksara Hangeul (한글). Namun sebelumnya, kita juga perlu memahami beberapa kaidah dalam bahasa Korea yang memang memiliki perbedaan dengan bahasa Indonesia. Berikut ini akan dijelaskan beberapa perbandingan antara bahasa Indonesia dan bahasa Korea yang nantinya dapat membantu kita mempelajari bahasa Korea dengan lebih mudah.
Rumpun Bahasa
Bahasa Indonesia termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, sedangkan bahasa Korea termasuk dalam rumpun bahasa Altai. Berikut adalah bahasa-bahasa yang serumpun dengan bahasa Indonesia dan bahasa Korea.
Rumpun bahasa Austronesia: bahasa Indonesia, Melayu, Tagalog, Tetun.
Rumpun bahasa Altai: bahasa Korea, Jepang, Uzbekistan, Kazakh, Turki.
Pelafalan
1.     Vokal Tunggal
Jika dalam bahasa Indonesia terdapat 5 jenis huruf vokal tunggal, maka berbeda halnya dengan bahasa Korea yang memiliki 8 jenis vokal tunggal.

BI à (5 buah) a i u e o
BK à (8 buah) a i u e o ɛ ʌ ɯ

Dalam bahasa Korea terdapat vokal ‘ʌɯ’ yang tidak terdapat di dalam bahasa Indonesia. Selain itu, banyak orang melafalkan ‘e’ dan ‘ɛ’ dengan pelafalan yang sama.
2.     Bunyi Letupan
Dalam bahasa Indonesia bunyi letupan dibedakan menjadi bunyi letupan bersuara dan tidak bersuara (contoh: p/b, t/d, k/g, c/j). Sedangkan, bunyi letupan dalam bahasa Korea dibedakan menjadi bunyi lembut, bunyi keras atau fortis, dan bunyi hentak aspiratif(contoh: p/p’/ph (//), t/t’/th (//), k/k’/kh(//), ts/ts’/tsh (//)).
3.     Huruf ‘S’
Bahasa Indonesia hanya mempunyai satu S, sedangkan bahasa Korea mempunyai dua S, yaitu (dan ().
4.     Pelafalan ‘R’ dan ‘L’
Dalam bahasa Indonesia R’ dan L’ dilafalkan secara berbeda, sedangkan dalam bahasa Korea R’ dan L’ tidak dibedakan dan hanya menggunakan aksara ().
5.     Pelafalan Suku Kata
Dalam pelafalan bahasa Indonesia, suku kata dilafalkan secara terpisah satu per satu, tetapi tidak demikian dengan bahasa Korea. Oleh karena itu, sering terjadi perubahan bunyi fonem pada bahasa Korea.

BI à Jumat  [jum • at] [jumat]
BK à ʌnʌ  [ʌnʌ] [ʌnʌ]

BI à mak na  [mak • na]
BK à mak nɛ  [maŋnɛ]
Tata Bahasa
1.           Susunan Kata
a.       Berbeda dengan bahasa Indonesia yang berstruktur SPO(Subjek+Predikat+Objek), struktur kalimat bahasa Korea adalah SOP(Subjek+Objek+Predikat).
BI
Saya mimum kopi
Subyek Predikat Objek
BK
Saya kopi mimum
Subyek Objek Predikat
b.       Dalam bahasa Indonesia, kata sifat yang bersifat menerangkan cantik’ muncul di belakang kata ganti atau kata benda yang diterangkan anak. Sedangkan, bahasa Korea adalah kebalikannya.
BI à Kata Benda + Kata Sifat à anak cantik
BK à Kata Sifat + Kata Benda à예쁜 아이 (ye ppen a i)
c.       Dalam bahasa Indonesia, kata yang melekat pada kata benda dan digunakan untuk menerangkan waktu atau tempat terletak di depan kata benda sehingga disebut pula kata depan atau preposisi dan penulisannya tidak menyambung dengan kata benda. Sedangkan, dalam bahasa Korea, disebut partikel penanda waktu/tempat, terletak di belakang kata benda dan penulisannya menempel pada kata benda di depannya.
BI à Preposisi + Kata Benda à di rumah
BK à Kata Benda + Preposisi à 에서 (jib e seo)
d.       Ketika mengungkapkan kepemilikan dalam bahasa Indonesia, barang milik rumah’ muncul terlebih dahulu dan diikuti oleh pemiliknya teman. Sedangkan, bahasa Korea adalah kebalikannya.
BI à Kata Benda + Kepemilikan à rumahteman
BK à Kepemilikan + Kata Benda à친구의 (chin gu eui jib)
Dengan demikian, ‘rumah teman saya’ dalam bahasa Korea menjadi  친구의 ’ (nae chin gu eui jib).
e.       Dalam bahasa Indonesia, kata kerja tidur’ muncul di belakang kata kerja bantu ingin. Sedangkan, bahasa Korea adalah kebalikannya.
BI à Kata Kerja Bantu + Kata Kerja à ingintidur
BK à Kata Kerja + Kata Kerja Bantu à 싶어요 (ja go sip eo yo)
f.                Dalam kalimat negatif bahasa Indonesia, negasijangan’ muncul di depan kata kerja makan. Sedangkan, dalam bahasa Korea, negasi muncul di belakang kata benda.
BI à Negasi + Kata Kerja à Jangan makan!
BK à Kata Kerja + Negasi à (meok ji ma)

2.         Tata Bahasa dan Ekspresi-ekspresi
a.       Dalam bahasa Indonesia, kata benda seperti subjek dan objek diidentifikasi berdasarkan posisinya. Sedangkan dalam bahasa Korea, kata benda tersebut ditandai dengan menempelkan partikel.
BI à Udin minum kopi.
BK à 우딘 커피 마신다. (u din i kho phi reul ma sin da)
b.       Dalam bahasa Indonesia, penanda waktu (bentuk lampau, bentuk sekarang, bentuk yang akan datang, serta sedang berlangsung’ dan telah selesai) ditandai dengan kosa kata. Sedangkan, dalam bahasa Korea, penanda waktu tersebut ditandai dengan tata bahasa terkait yang ditempelkan di belakang kata kerja.
makan
먹다 (meok da)
sudah makan
 (meok oss da à meogotta)
sedang makan
  (meok go iss da à meoggo itta)
akan makan
 이다 (meogeul gosida)
c.       Dalam bahasa Indonesia, lawan bicara atau subjek kalimat tidak mempengaruhi kata yang digunakan. Sedangkan bahasa Korea memiliki bentuk honorifik, sehingga kata yang digunakan berbeda berdasarkan umur, status sosial, hubungan kedekatan dengan lawan bicara atau subjek.
BI à Saya ada di rumah.
BK à   있습니다(jeo neun jib e issemnida)

BI à Bapak/Ibu guru ada di rumah
BK à 선생님께서  계십니다(seon saeng nim kke seo daege gye simnida)
d.       Penulisan dalam bahasa Indonesia dimulai dari satuan kecil ke besar. Sedangkan, penulisan dalam bahasa Korea dimulai dari yang besar ke kecil.
BI à HRD Korea 345 Jongga-ro Jung-gu Kota Metropolitan Ulsan Republik Korea.
BK à 대한민국 울산광역시 중구 종가로 345 한국산업인력공단(dae han min guk ul san gwang yeok si jung gu jong ga ro 354 han guk san eob in ryeok gong dan).
Selain itu, tanggal dalam bahasa Indonesia ditulis dengan urutan tanggal/bulan/tahun’ seperti 30Agustus 2018. Sebaliknya, tanggal dalam bahasa Korea ditulis dengan urutan ‘tahun/bulan/tanggalseperti 2018 8 30 (2018 nyeon 8 wol 30 il). <>

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Belajar Bahasa Korea (Kaidah-kaidah Dasar Bahasa Korea)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel